Indahnya Indonesiaku | Gunung Iya

Flores adalah pulau di kawasan timur Indonesia dan memilki banyak gunung yang ideal untuk kegiatan hiking bahkan termasuk terbaik di Indonesia. Di Flores terdapat sekira 11 gunung api aktif dan sejumlah kerucut gunung api tidak aktif. Gunung api yang aktif di pulau ini di antaranya adalah Kelimutu, Egon, Poco Ranakah, Lewotobi, dan Gunung Iya. 

 Berbicara gunung api di Flores, kebanyakan orang mungkin lebih mengenal Kelimutu berikut danaunya yang fenomenal, yaitu Danau Kelimutu atau dikenal juga dengan nama lain Danau Tiga Warna. Akan tetapi, selain gunung ini sebenarnya ada gunung api lain yang layak untuk disambangi dan tentunya menantang untuk didaki, yaitu Gunung Iya. Gunung menawan ini lokasinya sekira 7 kilometer dari pusat Kota Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

 Gunung Iya merupakan salah satu gunung api di Flores yang termasuk ke dalam bagian dari jalur vulkanik Banda. Berada paling selatan dari gugusan gunung api di Flores, gunung berketinggian sekira 655 m dpl ini berdiri tak jauh dari Gunung Roja dan Gunung Meja. Kedua gunung ini disebut-sebut sebagai penghalang atau pelindung bagi Kota Ende atas dampak langsung letusan Gunung Iya. Gunung Roja yang membentang dari timur ke barat disebut-sebut sebagai penahan lajunya aliran produk letusan Gunung Iya ke arah utara dan timurlaut. Produk letusan tersebut  terutama berupa awan panas. Sementara, Gunung Meja (Gunung Pui) diperkirakan dapat menahan lajunya awan panas Gunung Iya ke arah timurlaut Kota Ende.

 Adapun jenis erupsi Gunung Iya berdasarkan data geologi dan sejarahnya adalah erupsi eksplosif dan efusif. Erupsi jenis tersebut berpotensi menghasilkan endapan piroklastik dan lava. Aktivitas erupsi Gunung Iya disertai awan panas, aliran piroklastik, jatuhan piroklastik, lontaran bom vulkanik, lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava (bahaya primer) serta longsor atau lahar (bahaya sekunder). 

Status Gunung Iya kini dinyatakan aktif normal dan merupakan gunung stratovolcano yang terakhir kali meletus tahun 1969. Tercatat dalam sejarah, Gunung Iya telah meletus sebanyak 8 kali, yaitu tahun 1671, 1844, 1867, 1868, 1871, 1882, 1953, dan 1969. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tenggang waktu antar satu letusan dan letusan berikutnya berkisar antara 1 sampai 173 tahun. Akan tetapi, berdasarkan hasil penelitian, siklus aktifitas erupsi Gunung Iya terjadi rata-rata 17 sampai 20 tahun sekali. Terhitung sejak letusan terakhir tahun 1969, Gunung Iya sudah tidur lebih dari 40 tahun. 

 Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa letusan selanjutnya akan menjadi letusan yang sangat dahsyat. Apalagi diprediksi bahwa rekahan di kawah gunung yang dalam dan aktif mengeluarkan asap fumarol diprediksi berpotensi menimbulkan longsoran besar dan tsunami. Untuk itu, pemantauan terhadap aktifitas gunung ini perlu diperhatikan dan dilakukan secara intensif. Pusat pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Iya berada di Pos Pengamatan Gunung Iya yang terletak di Tewejangga, Kampungbaru. Tewejangga berada tepat di sebelah utara Gunung Iya.

Sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/815/gunung-iya
Indahnya Indonesiaku | Nusa Tenggara Timur. © 2015 Agus Prasetiyo